Life Must Go On
Biarlah kenangan lalu pergi dengan sendirinya setelah seminggu lalu aku sakit ditinggalkanmu,dan kini saatnya aku ingin pergi berolahraga sejenak menghilangkan rasa penatku setelah menghabiskan waktu untuk berbaring,yah pagi itu aku mulai jogging dipinggir taman,tak terasa durasi sudah menunjukan 60 menit kini saatnya aku beristirahat tempat duduk yang penuh bunga itu,saat aku mulai minum pandanganku tertuju kearah depan dan membayangkan terhadap seorang wanita yang berdiri didepan lalu lintas itu,aku membayangkan kejadian yang seharusnya udah aku harus lupakan,dia menolakku dengan percuma,haha betapa egoisnya diriku mengenalmu dengan waktu yang singkat dan menjatuhkanmu dengan seenakku,ya mungkin aku mulai iri dengan kepribadianmu yang begitu menarik untuk semua orang termasuk aku dapat terpikat olehmu,pertemuanku denganmu hanyalah sampah dipinggir jalan dan kupungut sia-sia,begitu menjijikan bisa mengenalmu,aku juga mengingat dengan sangat kuat mengenai awal ketemu kita hanyalah secara simple dan bisa terkesan iseng,aku menabrakmu ditengah jalanan yang begitu permai itu,alasanku untuk menjauhi hanyalah kau tidak bisa melupakan masa lalumu sehingga memberikan bayangan kabut hitam didepanku,dan membuatku merasa kebingungan dalam menentukan arah,sehingga aku harus terpaksa melupakanku,sudah tak sadar aku melamun selama 2 jam lebih,dan saat aku menoleh kedepan aku masih melihat kamu menunggu dipinggir lalu lintas itu,aku merasa penasaran ada apakah denganmu sekarang?setelah kutinggal?aku mencoba menghampirimu secara perlahan lahan,dan menyatakan keadaan sebenarnya,
saat ku-tanyai sedang apa kau disini?kau justru menjawabnya dengan muka muram dan cemberut tanpa berkata kata,sontak memberiku sedikit kaget aku berpikiran kamu hanya sakit ringan,aku bingung dengan perasaan hatimu,ragamu hingga jiwamu yang paling dalam sehingga tidak mampu mengucapkan sepatah kata untukku.
hari semakin sore dan aku mencoba menoleh keatas ternyata hari ini mendung dan akan segera turun hujan,
“kemudian aku bertanya lagi apa yang kamu lakukan disini?”kini dia menjawabnya dengan lirih,
”sebenarnya aku menunggumu tanpa kau sadari”,hah kata-katamu yang seperti itu keluar lagi(gunamku dala hati)
.
“yaudahlah hari semakin gelap mari kita pulang cepat”ucapku tegas,aku langsung menggandeng tangan kananmu dan mengajakmu berlari mengikuti arah langkah kakiku dengan cepat,tiba-tiba suatu peristiwa terjadi tak salah lagi,aku melihatmu jatuh dan kakimu tertekuk,tapi tak kuhiraukan..
“ayo bangun lagi”ucapku..
“ahh..kakiku sakit”ucapnya lirih
Dengan segera aku menggendongmu,sekitar 100 meter lagi aku melihat ada tempat kursi kosong aku berniat mengajakmu untuk duduk sebentar disana,setelah sampai disana aku mencoba menanyaimu
“Sakit?”ucapku
“Iya sedikit..”ucapnya dengan wajah polos
Saat aku memandang kedua matanya,aku tau pasti sangat sakit dan dia pasti berbohong,setelah aku menantap matanya yang tajam dan lebih mendalam ternyata aku terbayang terhadap suatu hal ternyata diriku yang salah karena mengajakmu menggandeng tanganku untuk berlari,memang hasilnya lebih cepat tetapi sangat beresiko membuatmu celaka dan melukaimu,seharusnya aku harus membawamu untuk berjalan pelan pelan agar kamu tidak jatuh dan luka seperti ini,dalam hatiku kecil aku merasa bersedih karena melukaimu dengan keegoanku,aku merasa harus bertanggung jawab terhadap luka yang kubuat nantinya,karena aku tidak kuat menatap dinginnya wajahmu aku mengalihkan perhatianku terhadap suatu hal yah kali ini guguran pohon yang berjatuhan,aku melihat daun itu jatuh satu persatu mungkin karena layu dan mendapatkan tekanan angin sehingga jatuh berguguran,aku melihat pohon itu seperti membayangkan keadaanmu dan keadaanku sekarang,buram dan kelam..mungkin aku dulu selalu menekanmu untuk menyukaiku karena aku takut kamu akan kembali ke masa lalu,aku terlalu iri dengan orang yang sebelumnya yang kamu lebih kenal aku merasa dirinya lebih baik dari diriku,tapi kini ku sadar dan mulai terinspirasi oleh dedauan layu yang jatuh berguguran tadi.“Bila daun jatuh mungkin karena sudah layu dan kelamaan akan tumbuh baru,begitu pula dengan hidup bila semua kenangan lama sudah cukup saatnya kamu harus menumbuhkan kenangan baru”dalam kata ini aku dapat mengartikannya aku harus menunggumu hingga kamu cukup menelan masa lalumu/orang sebelumku,aku harus lebih sabar menunggumu,hingga kamu menumbuhkan perasaan baru untukku,hem…aku mulai memandang pohon itu secara keseluruhan ternyata pohon itu tampak sayu dan akan segera mati,kini hatiku berbicara mengapa daun itu jatuh? “Daun itu layu mungkin karena pohonnya tidak terawat,kini ijinkan aku untuk menyirami pohon tersebut hingga tumbuh baik kelak dan selamanya”,aku berpikir kata kata ini untuk menjawab semua kegundahanmu setelah kau membuka hati kepadaku,udah tak terasa aku melamun agak lama dan aku mengubah pikiranku dengan terinspirasi tadi,aku menawari nya untuk berjalan lagi meskipun turun hujan lebat
“Yuk berjalan lagi nanti kamu naik dipundakku”ucapku dengan spontan dengan pernuh makna”bila kamu sakit,aku harus merasakan sakitmu meskipun dari sisi yang berbeda”
Iya..”jawabnya,kini wajahnya berubah tampak memerah
Saat aku mulai akan menggendongnya tiba tiba ada seseorang bapak tua yang turun dari sebuah mobil mewah menawariku sebuah payung dan mantel..
“Pakailah nak”ucapnya
“Iya makasih banyak pak”ucapku dengan senyum lebar
Sebuah pelajaran lagi yang kudapatkan “sesuatu dapat terjadi secara tidak sengaja dan terencana”,sangatlah indah bukan aku tidak mengetahui rencana ini hanyalah Tuhan yang berkuasa aku hanya bisa mempercainya
“Yuk buruan naik”ucapku
"Ayuk buruan…”ucapnya begitu senang
Dia melebarkan payung dan memakai sebuah mantel…
Loh kamu pakai mantelnya saja,aku kan udah ada payung”ucapnya
Tidak usah,nantinya tanganku licin dan gak bisa erat megangin kamu”alasanku inilah yang membuatku mengelabuhinya,karena dia benar mencintaiku aku harus berkorban melindunginya sebisaku dan semampuku itulah prinsip hidupku..
,kami berdua berjalan bersama sama menyusuri hujan yang lebat itu,....
aku mungkin tidak bisa berjalan dengan benar karena jalannya disana terlalu gelap,bersabar yah”ucapku lirih
..................................
aku akan membantu mu melihat jalan kedepan,fokuslah dan tenanglah mari kedepan kita jalan bersama aku tengah berada disisimu”jawabnya
kini aku hanya mampu membalasnya dengan tersenyum meskipun dalam hatiku berkata
“Tinggalah bersamaku,aku akan mengagumi segala kelebihanmu dan mencintai segala kekuranganmu”ucapku lirih
*********************
..


